4 Tahapan Audit Keuangan Perusahaan di Jasa Audit

Audit merupakan proses pengumpulan dan pemeriksaan yang terkait dengan bukti informasi untuk membuat dan menentukan laporan. Saat ini kebutuhan akan jasa audit semakin banyak seiring dengan meningkatnya berbagai perusahaan yang dibuka baik dalam bidang jasa, real estate dan lainnya.

https://auditakuntansi.com/

Proses audit ini berjutuan untuk memastikan bahwa semua transaksi yang telah terjadi pada sebuah perusahaan telah tercatat dan dimasukkan dalam jurnal laporan dengan segala kelengkapannya.

Proses audit perusahaan di jasa audit sendiri terdiri dari 4 tahapan, diantaranya sebagai berikut

  1. Penerimaan perikatan audit

Tahapan pertama yang harus dilakukan adalah penerimaan perikatan audit. Disini pihak perusahaan selaku klien akan mengadakan ikatan perjanjian dengan pihak auditor. Klien akan menyerahkan pekerjaan audit pada auditor guna melaksanakan pekerjaannya dengan profesional. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah menentukan kompetensi, mengevaluasi integritas manajemen, menentukan kemampuan dan kualitas guna menguji kemahiran.

  1. Perencanaan proses audit

Selanjutnya adalah melakukan perencanaan proses audit. Sebelum merencanakan proses audit ini ada beberapa hal yang harus dipahami, seperti memahami bisnis. Nantinya dari pihak perusahaan atau kloen akan mengirimkan tutor untuk memberikan informasi kepada auditor. Prosedur analitik yang harus dilakukan meliputi identifokasi perbedaan yang signifikan, analisa data, dampak hasil prosedur analitik dan lainnya.

  1. Pelaksanaan pengajuan audit

Pada pelaksanaan pengajuan audit ada 3 hal yang perlu dilakukan. Pertama pengujian substantif yakni pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah semua tujuan audit berkaitan dengan transaksi. Kedua pengujian analitik yakni pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi informasi keuangan yang satu dengan lainnya. Ketiga pengujian pengendalian yakni pengujian yang dilakukan pada rancangan suatu prosedur ataupun kebijakan struktur pengendalian internal.

  1. Pelaporan audit

Tahap terakhir adalah  pelaporan audit yakni laporan dalam bentuk komunikasi auditor dengan pihaknya. Laporan ini tidak boleh fiktof dan harus sesuai dengan lapangan. Laporan ini harus memiliki kejelasan informasi yang disajikan, meliputi tujuan audit, objek yang diaudit, jenis jasa yang diberikan, lingkup audit dan rekomendasi  yang diberikan.

About the author

admin

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *